MAKASSAR — Program Studi Teknik Informatika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan ini berupa “Pelatihan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)” yang ditujukan khusus bagi para pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Takalar.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah akademisi sekaligus pakar teknologi informasi, Dr. Ridwan Andi Kambau, S.T., M.Kom. Dalam sesi pelatihannya, Dr. Ridwan membawakan materi yang menarik dan relevan bertajuk “Artificial Intelligence di Sekitar Kita”.
Beliau mengupas tuntas konsep dasar AI dan memberikan pemahaman bahwa teknologi cerdas kini tak lagi berjarak, melainkan sudah sangat lekat dengan aktivitas sehari-hari. Dr. Ridwan mencontohkan beberapa implementasi AI yang akrab digunakan masyarakat, seperti teknologi pengenalan wajah (Face ID) pada smartphone, asisten virtual berbasis suara (Voice Assistant), hingga teknologi filter pintar yang sering digunakan pada platform media sosial.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesiapan aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi disrupsi teknologi. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan cara kerja kecerdasan buatan, diharapkan para pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Takalar dapat mengadopsi teknologi ini untuk mendorong efisiensi kerja, produktivitas, serta melahirkan inovasi dalam pelayanan publik di daerah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya kegiatan, yang ditandai dengan diskusi interaktif terkait pemanfaatan AI dalam tugas-tugas administratif dan teknis instansi.
Kegiatan PKM ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh civitas akademika Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar. Langkah ini juga selaras dengan visi “Kemenag Berdampak”, di mana institusi perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi keilmuan yang solutif dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun instansi pemerintahan.